Kesalahan Dalam Membeli Mobil Bekas dari Media Otomotif Online

Semakin banyaknya volume kendaraan di jalan memperlihatkan bahwa jumlah mobil di jalan juga semakin banyak. Penjualan mobil juga terus mengalami peningkatan di Indonesia. Untuk mobil baru sendiri, penjualan per tahun sebanyak 1 juta unit, sedangkan penjualan mobil bekas sendiri sulit untuk diketahui karena banyaknya pihak yang terkait dalam transaksi jual beli itu.

Bagi yang memiliki uang cukup, pastinya lebih memilih untuk membeli mobil baru, sedangkan untuk yang memiliki dana terbatas pastinya lebih memilih membeli mobil bekas yang dipasarkan dengan harga lebih rendah.

Mencari mobil bekas yang berkualitas dan sesuai keinginan sendiri bisa menjadi hal yang sulit. Hal ini karena banyak cara untuk mengubah mobil bekas berkualitas buruk menjadi nampak bagus. Seperti mobil bekas banjir, bekas tabrakan, hingga dokumen-dokumen ternyata palsu.

Dalam pengecekan dalam membeli mobil bekas, ada beberapa hal kesalahan yang dilakukan oleh banyak orang. Setelah sebelumnya membahas tips cara memilih mobil bekas, kali ini info yang kami dapat dari Media Otomotif Online dapat kami jabarkan beberapa kesalahan umum yang sering dilakukan orang ketika membeli mobil bekas ini dan dapatkan mobil bekas berkualitas dengan harga murah.

Tidak Menanyakan Sejarah Mobil

Saat membeli mobil bekas, banyak hal yang harus kamu teliti, salah satunya adalah tentang sejarah mobil tersebut. Tanyakan dengan mendetil tentang hal ini. Mengetahui sejarah mobil tersebut adalah hal yang penting untuk menghindari kerugian yang mungkin muncul di kemudian hari.

Sebaiknya jangan membeli mobil bekas yang pernah tabrakan hebat, terendam banjir, dan odometernya bisa diatur ulang. Ketiga hal ini akan berpengaruh pada performa mesinnya yang mungkin tidak dirasakan dalam waktu dekat. Selain itu, tanyakan juga apakah mobil tersebut bekas jadi mobil sewaan atau mobil sitaan perusahaan leasing. Hal ini juga perlu ditanyakan untuk menghindari resiko kerugian pada diri Anda.

Tidak Mengerti Soal Mesin

Hal penting yang juga harus diperhatikan saat membeli mobil bekas adalah kondisi mesinnya. Ketika membeli mobil bekas, kamu harus memprioritaskan untuk mengecek kondisi mesin, karena jika mesin mobil jelek, maka tidak ada gunanya kamu membeli mobil itu kan? Nah, masalahnya adalah tidak semua orang mengerti soal mesin, jadi yang harus kamu lakukan adalah mengajak teman atau orang lain yang kamu percaya dan mengerti soal mesin mobil dengan baik. Dengan begitu, kamu tidak usah ragu lagi dalam menentukan apakah mobil itu dalam kondisi bagus atau tidak.

Kamu harus memastikan bahwa setiap komponen mesinnya original, atau setidaknya masih terlihat berfungsi dengan baik. Apabila kamu merasa bahwa mesin mobil itu sudah jelek, maka sebaiknya kamu mengurungkan niatmu untuk membelinya.

Tidak Memeriksa Catatan Servis Kendaraan

Mungkin kamu sudah tahu bahwa mobil yang diservis dengan rutin dan dirawat dengan rajin pasti memiliki performa yang baik. Hanya ada satu cara untuk mengetahuinya, yaitu dengan memeriksa catatan servis mobil dari pemilik mobil. Biasanya setiap kali melakukan servis, maka pihak bengkel akan menuliskan catatan servis berkala dan komponen apa saja yang pernah diganti sehingga kamu bisa lebih mudah dalam menilai performa mobil bekas tersebut.

Demi keamanan dan kenyamanan kamu, lebih baik pilihlah mobil yang rutin melakukan servis dan komponen yang diganti diusahakan yang original. Dengan begitu, kondisi mobil tersebut berarti masih baik dan lebih kuat.

Terburu-Buru Saat Test Drive

Setelah mengecek kondisi mesin mobil dan melihat catatan servis kendaraan itu, bukan berarti bahwa mobil itu akan berfungsi dengan baik. Oleh karena itu, kamu harus melakukan test drive atau uji coba ke jalanan. Dengan melakukan test drive, kamu akan mengetahui bagaimana performa mesin yang sebenarnya. Perhatikan suara mesin, getaran mesin, dan asap pada knalpot mobil tersebut.

Pada saat melakukan test drive, kamu harus melakukannya dengan teliti, jangan terburu-buru menilai karena kondisi mesin yang sebenarnya baru bisa dilihat setelah dipakai beberapa lama atau dibawa jalan beberapa jauh. Mungkin kamu akan dinilai sebagai pembeli yang rewel, tapi itu lebih baik daripada kamu menyesal nantinya.

Tidak Membandingkan Terlebih Dahulu

Sebelum kamu menjatuhkan pilihan mobil bekas mana yang akan kamu beli, kamu harus menahan diri sejenak untuk melakukan perbandingan dengan yang lain. Untunglah ada internet, jadi kamu tidak perlu lagi repot-repot dalam melakukannya. Kamu hanya perlu mengecek di secara online tentang harga, model, tahun produksi, dan tahun pemakaiannya. Dengan begitu, kamu bisa mendapatkan yang paling cocok dengan kemauan dan keuangan kamu. Pokoknya, jangan terlalu cepat memutuskan jika kamu tidak mau menyesal.

Tahan Dirimu Agar Tidak Menyesal

Ketika mau membeli mobil bekas, kamu harus bersabar dan jangan terlalu tergesa-gesa, karena hal ini akan mendorong kamu untuk melakukan 5 kesalahan umum di atas dan kamu akan menyesal nantinya. Oleh karena itu, tahan dirimu dari keinginan untuk secepatnya mengambil keputusan agar tidak menyesal ketika sudah membelinya.

Tips Membeli Mobil Bekas dari Majalah Otomotif Online

Saat ini semakin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kendaraan mobil. Kondisi ini jauh berbeda dari satu atau dua dekade yang lalu. Untuk mereka yang memiliki budged cukup tinggi tentu saja lebih memilih untuk membeli mobil baru bagi kendaraan baru mereka, namun bagi mereka yang memiliki budged lebih sedikit opsi mobil bekas bisa menjadi pilihan yang lebih baik.

Dalam membeli mobil tentu saja perlu untuk melakukan berbagai pengecekan untuk mendapatkan kendaraan yang mobil bekas dalam kondisi yang baik. Lalu bagaimana cara untuk membeli mobil bekas berkualitas?

Kali ini kita akan memberikan beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembelian mobil bekas dari media otomotif online dan majalah otomotif online.

Hal yang perlu diperhatikan saat akan membeli mobil bekas:

Jangan tergiur harga murah

Seperti yang dikatakan Irawan, saat ini banyak iklan di media yang menawarkan mobil bekas dengan harga yang murah. Sebaiknya jangan tergiur dengan harga-harga miring yang ditawarkan. Sebagian besar iklan di koran hasilnya mengecewakan.

Membeli di tempat yang dipercaya

Jangan membeli mobil bekas di sembarang tempat. Apalagi di tempat-tempa penjualan yang ilegal dan tidak resmi. Belilah di tempat penjualan yang memang sudah memiliki brand dan memang bisa dipercaya. Tempat yang sudah memiliki brand (nama) akan berusaha menjaga nama baiknya sehingga mereka tidak ingin dikomplain pembeli. Tempat yang bisa dipercaya juga biasanya berani memberikan jaminan, bahkan hingga 100 persen uang kembali jika mobil dibeli ternyata cacat. Mereka juga tidak sembarangan suplay mobil untuk dijual. Biasanya mereka suplay dari perusahaan-perusahaan produsen mobil yang sudah besar.

Jangan tergesa-gesa membeli

Seorang pembeli di bursa mobil bekas WTC Mangga Dua mengatakan sebaiknya kalau membeli mobil bekas jangan membawa istri. Menurutnya, wanita biasanya memilih mobil secara emosional. Mudah tergoda dengan tampilan yang bagus. Padahal yang terlihat bagus bisa jadi cuma luarnya saja.

“Saya kalau membeli mobil bisa survey 2 – 3 kali. Awal-awal paling cuma bawa 500 ribu. Biar nggak tergoda,” kata pembeli yang sudah dua kali membeli mobil bekas di WTC Mangga Dua.

Cek kondisi bodi

Perhatikan bagian-bagian bodi mobil yang mungkin sudah diganti. Caranya bisa dengan mengecek di Google kondisi mobil baru tersebut. Lalu bandingkan dengan mobil bekas yang dijual. Cek mulai dari bagian dalam dan luar mobil. Misalnya pintu mobil apakah pernah diganti, pastikan lebar nat antara pintu dan kusen sama lebar di sekeliling pintu. Bila beda, boleh jadi itu pernah tabrakan atau patah.

Cek kondisi mesin

Untuk mengecek kondisi mesin dibutuhkan kemampuan teknikal yang mumpuni. Mobil yang bekas banjir biasanya suaranya lebih keras dari mobil normal. Atau sebaiknya Anda perlu mengajak seorang teknikal untuk mengecek. Saat ini bengkel-bengkel mobil juga sudah semakin canggih dan menggunakan sistem komputerisasi.

Cek dokumen kendaraan

Saat ini dokumen mobil bekas banyak bodong alias palsu. Sebaiknya Anda jeli terhadap surat-surat kendaraan yang ada. Sebelum melakukan pembayaran, periksa STNK, BPKB, dan surat-surat lainnya. Anda bisa fotokopi dokumen dan mengeceknya di Polda terdekat.